Original Title: FANATIK
Author: Muhammad Aga S.
*******************************************************
ABSTRACT:
Apa yang dimaksud dengan FANATIK? Apakah mereka yang
mengaku sebagai Slankers, Bala Dewa, atau fans Padi
dan Sheila on 7? Atau, yang dimaksud sebagai fanatik
adalah jika ada orang yang berjanggut dan berpakaian
muslim? Atau, seorang perempuan yang memakai jubah dan
jilbab lebar? Lalu, apa bedanya kalau ada yang
menyukai nasyid Raihan, Hadad Alwi dan Sulis, apakah
mereka termasuk fanatik? Atau jika remaja putri
memakai baju "you can see" maka remaja tersebut
dikatakan gadis sexy dan trendi, tetapi bukan fanatik.
Fanatik itu artinya MENCINTAI SESUATU DENGAN SANGAT.
Itu artinya Slankers, Bala Dewa, Slemania dan yang
sejenisnya juga kaum fanatik. Sama dengan penggemar
Emha, Raihan atau Hadad Alwi. Bukankah FANATIK DALAM
ARTIAN NEGATIF ADALAH ORANG YANG BERLEBIHAN MENCINTAI
SESUATU DAN MENJELEKKAN YANG LAIN, BERLEBIHAN
MENCINTAI SESUATU DAN MEMAKSA ORANG LAIN UNTUK
MENCINTAI KECINTAANNYA ITU ? Itu artinya, ORANG YANG
MENCEMOOH MODEL PAKAIAN ATAU BACAAN ORANG LAIN ADALAH
KAUM FANATIK YANG SEBENARNYA.
*******************************************************
Telah terjadi distorsi makna dari kata 'fanatik' (dan
berbagai kata lainnya) sebagai akibat dari 'perang'
yang dilakukan banyak pihak. Kata 'fanatik' (dan
berbagai kata lainnya) telah diubah maknanya sehingga
yang terjadi adalah pemojokan serta penudingan
terhadap pihak-pihak tertentu dengan menggunakan
istilah fanatik. Padahal kalau kita mau memperhatikan
makna sebenarnya maka kita akan paham bahwa PIHAK YANG
MEMOJOKKAN ITULAH SEBENARNYA YANG FANATIKUS SEJATI..
Mereka pandai menyimpan kedoknya dibalik permainan
logika dan kata-kata.
Sebenarnya masalah utamanya justru terletak pada
korban permainan kata-kata dan logika tersebut, yaitu
masyarakat umum dan pihak yang dipojokkan. Para korban
secara tidak sadar telah tertipu. Sebagian mereka
merasa menjadi pihak yang benar ketika
menjustifikasikan sesuatu dan sebaliknya sebagian
menjadi 'paranoid' dengan identitas dirinya
masing-masing.
JIKA ADA ORANG BERJANGGUT DAN BERPAKAIAN MUSLIM MAKA
ORANG ITU AKAN DIKATAKAN SEBAGAI ORANG FANATIK. Orang
fanatik yang selalu menyalahkan orang lain. Orang
fanatik yang hanya bicara masalah surga dan neraka.
Orang fanatik yang tidak mau bergaul dengan orang
lain. Teroris yang kerjanya perang dan membunuh orang.
Jika ada orang bercelana gunung, memakai kaos oblong,
tas yang sangat besar dan sendal jepit maka dikatakan
ORANG YANG BISA BERGAUL. Jika ada anak muda memakai
kostum AS Roma, MU, Real Madrid, atau klub bola
lainnya maka dikatakan ORANG YANG PUNYA HOBI BAIK,
yaitu nonton bola.
JIKA ADA SEORANG PEREMPUAN YANG MEMAKAI JUBAH DAN
JILBAB LEBAR, DIA DIKATAKAN SEORANG YANG FANATIK. Ia
dianggap sebagai perempuan yang tidak bergaul,
mengikuti aliran sesat dan tidak memiliki kemampuan.
Sebaliknya jika seorang remaja putri memakai kaos 'you
can see' maka dia dikatakan SEORANG GADIS SEXY DAN
TRENDI. Jika seorang perempuan muda memakai kemeja dan
jas maka dia akan disebut SEORANG PROFESIONAL MUDA,
seseorang dengan kemampuan di atas rata-rata.
Jika seorang remaja putra rajin shalat di masjid
setiap kali terdengar suara adzan, ia dikatakan
SEORANG PEMUDA YANG TIDAK PUNYA MASA DEPAN, SOK ALIM
DAN KUMUH. Tetapi sebaliknya, jika anda sering ke
mall, bioskop, cafe dan diskotik maka "SELAMAT,
ANDALAH PEMUDA ABAD INI."
Saya percaya dengan kecerdasan anda. Semua contoh di
atas merupakan CONTOH NYATA DARI PROSES PEMOJOKAN
TERSEBUT. Apa perbedaan yang cukup signifikan antara
orang yang selalu berpakaian muslim dengan orang yang
selalu memakai kaos oblong dan celana gunung. Keduanya
sama-sama selalu memakai pakaian yang sama, tetapi
MENGAPA YANG SATU DISEBUT FANATIK, SEMENTARA YANG LAIN
DISEBUT GAUL?
Apa perbedaan orang yang memelihara janggut dengan
orang yang selalu memakai kostum tim favoritnya
sehingga yang satu dianggap sebagai TERORIS sementara
yang lain disebut MEMILIKI HOBI YANG SAAT INI DIANGGAP
CUKUP DAPAT MEMPERSATUKAN DUNIA. Apa beda jilbab lebar
dengan kaos ketat sehingga yang satu disebut MENGIKUTI
ALIRAN SESAT sementara yang satu lagi disebut
MENGIKUTI TREN..
Apa beda jubah dengan kemeja plus jas sehingga pemakai
jubah disebut ORANG BODOH sementara kemeja dan jas
membuat pemakainya disebut KAUM PROFESIONAL YANG
BERKEMAMPUAN TINGGI. Apa perbedaan antara kebiasaan
untuk shalat tepat waktu di masjid dengan kebiasaan
senantiasa nonton bola pada jam tertentu atau ngeceng
setiap waktu tertentu sehingga yang satu dianggap
TIDAK PUNYA MASA DEPAN sementara yang satu lagi
dianggap sebagai CALON PENGUASA ZAMAN INI. Apakah Anda
dapat menemukan perbedaannya? Saya percaya dengan
ketelitian Anda.
Album PADI terjual satu juta sekian keping. Mereka
dipuji di berbagai tempat. Media massa mengeksposenya
dengan sangat luar biasa. Mereka bahkan menjadi duta
Indonesia dalam pemilihan MTV Viewer Choise tingkat
Asia. Lagunya menduduki tangga lagu berbagai stasiun
radio dan majalah-majalah selama berminggu-minggu. SO7
penjualan album Kisah Klasiknya mencapai dua juta
sekian keping. Mereka mendapat penghargaan di
mana-mana.
Album CINTA RASUL (HADAD ALWI DAN SULIS), terjual
lebih dari dua juta keping. Tetapi mereka tak pernah
masuk deretan tangga lagu di Indonesia. Kaset-kaset
nasyid RAIHAN terjual ratusan ribu keping di
Indonesia, tetapi jika anda ketahuan mendengarkannya
maka anda akan dianggap ORANG ISLAM YANG TERLALU
FANATIK.
DEWA mengadakan konser dengan publikasi besar-besaran.
Melakukan tour keliling Indonesia. Tiap kali ada
pementasan, ribuan orang hadir. Media memblow-upnya
dengan mengatakan konser tersebut sukses besar.
SLANK 'menebar virus' kemana-mana. Lalu media-media
bilang, ada sekian (dengan menyebut angka yang
fantastis) banyak Slankers di seluruh Indonesia. Media
mengganggap mereka pantas 'dijual' karena
menguntungkan mengingat jumlah Slankers yang sangat
banyak tadi.
EMHA DAN KYAI KANJENG konser membawakan shalawat
kemana-mana. Audiens yang hadir mulai dari ratusan
sampai puluhan ribu orang, tetapi tetap tak ada media
yang meliput dan mengatakan konser-konser tersebut
sukses atau mau 'menjual' acara shalawatan tersebut
(meskipun Emha belum tentu juga mau 'dijual').
Lebih dekat lagi, acara-acara pentas band lokal yang
diadakan di kampus-kampus (di UGM misalnya) selalu
dipenuhi dengan sponsor dan media massa meskipun yang
menonton acara tersebut seringkali hanya ratusan orang
saja. Sementara acara-acara pentas nasyid yang jumlah
audiensnya kurang lebih sama, jarang dilirik oleh para
sponsor dan media. Dimana letak kesalahannya?!
Saya hanya ingin KITA MELAKUKAN PERBANDINGAN ANTARA
DUA KONDISI YANG SELAMA INI DIANGGAP BERBEDA. Yang
satu dianggap FANATIK dan yang lain dianggap TREN.
Untuk memudahkannya kita akan melakukan aksi tanya
jawab berikut:
Apa beda antara pakaian muslim dengan kaos kesebelasan
bola dan celana gunung?!. Apakah berbeda di modelnya?
Kalau iya maka bukankah itu sama dengan perbedaan kaos
oblong dengan kemeja, yang perbedaannya tidak
menyebabkan salah satu disebut fanatik. Bagi saya,
KEDUANYA HANYALAH MODEL PAKAIAN YANG TIDAK
MENYIMBOLKAN APAPUN, terserah Anda mau memakai apa.
Bukankah YANG SEHARUSNYA DIKATAKAN FANATIK ADALAH YANG
SELALU MEMAKAI MODEL PAKAIAN YANG SAMA DAN
MENGHARUSKAN ORANG LAIN MENGIKUTI MENGIKUTI MODEL
TERSEBUT. Bukankah yang seharusnya dikatakan FANATIK
ADALAH YANG TIDAK MAMPU UNTUK MENERIMA PERBEDAAN MODEL
PAKAIAN, SEHINGGA DIA SELALU MENGEJEK MODEL PAKAIAN
ORANG LAIN DAN MEMBESAR-BESARKAN KELEBIHAN MODELNYA
SENDIRI..
Apa perbedaan antara Slank, Dewa, SO7, Padi dengan
Hadad Alwi, Emha dan Raihan sebagai musisi?! Apa pada
aransemen musik atau pada aliran musik?! Atau syair
lagu yang mengganggu?! Kalau iya, apa lagu Surti dan
Tejo tidak digolongkan mengganggu?! Tunjukkan
perbedaan mendasar antara mereka sehingga yang satu
dianggap besar sementara yang lain dianggap kecil dan
tak mewakili apa-apa.
Jumlah penjualan kaset?! tidak juga!, SO7 memang dua
juta keping tapi Hadad Alwi juga dua juta keping.
Jumlah pendengar setia?! tidak juga!, memang ada
banyak Slankers dan Bala Dewa tapi jangan lupa dengan
banyaknya pendengar Emha dan Kyai Kanjeng. Warna
musik, aransemen dan isi lagu?! toh semuanya memang
berbeda. Jika hitungan bisnis yang bermain maka
semuanya layak untuk diperhitungkan secara bisnis.
Lalu dimana letak perbedaan yang membuat satu disebut
fanatik dan yang lain tidak. APA TIDAK DISEBUT FANATIK
ORANG YANG RELA ANTRI BERJAM-JAM (BAHKAN SAMPAI
MENGINAP) HANYA UNTUK MENDAPATKAN TIKET MASUK S07. APA
TIDAK DISEBUT FANATIK ORANG YANG DIMANA-MANA DI
RUMAHNYA SENANTIASA MEMASANG LAMBANG SLANK. APA YANG
FANATIK ITU HANYA ORANG YANG DIRUMAHNYA ADA KASET
RAIHAN?!
Apa beda antara majalah Aneka Yess dengan majalah
Annida?! majalah Femina dengan majalah Ummi?! Kompas
dengan Republika?! --maaf ini data baru. Jumlah
pembaca?! Oplah penjualan?! Tingkat persebaran?! Boleh
cari data tentang hal-hal tersebut!
Hal yang jelas berbeda diantara mereka adalah sebutan
bagi media dan pembacanya. Media dan pembaca Annida,
Ummi dan Republika disebut KAUM SEKTARIAN, PEMECAH
BELAH BANGSA dan FANATIK sementara media dan pembaca
Aneka Yess, Femina dan Kompas disebut KAUM PLURALIS
YANG TOLERAN, NASIONALIS dan MODERAT. Jika demikian
apa sih fanatik itu?! mengapa selalu ada hasil sebutan
tetapi tidak pernah ada sebab yang jelas.
Jangan-jangan sebenarnya fanatik itu enggak ada, yang
ada cuma 'ketakutan' saja. Atau JANGAN-JANGAN
SEBENARNYA KITA SEMUA ITU FANATIK, CUMA ENGGAK SADAR
DAN ENGGAK MAU NGAKU AJA KARENA GENGSI KALAU DISEBUT
ORANG FANATIK.
Anda setuju dengan kesimpulan saya di atas?! "Selamat,
sepertinya anda SALAH!". Semua data di atas
menunjukkan ada perbedaan yang sangat mendasar pada
setiap perbandingan itu. Perbedaan itu bernama ISLAM!
Cobalah anda jawab semua pertanyaan di atas dengan
jawaban ISLAM maka tulisan ini tidak akan terlalu
panjang. Atau secara lebih singkat kita dapat
melogikakannya dengan tiga simbol, ISLAM = FANATIK.
Tidak perlu alasan, POKOKNYA tiga simbol itulah
jawabannya.
ALUR LOGIKA INILAH YANG SEBENARNYA BERKEMBANG DI DALAM
MASYARAKAT SEHINGGA KEJADIAN-KEJADIAN DIATAS
BENAR-BENAR TERJADI DALAM KEHIDUPAN KESEHARIAN KITA.
Alur logika yang sebenarnya TIDAK LOGIS tetapi sukses
ditanamkan dalam otak-otak kita. Ya...(jangan
tersinggung begitu donk!), termasuk saya dan (mungkin)
anda.
Jika tidak percaya lihat kelakuan kita sehari-hari.
Mau ke kampus, "jangan pakai baju muslim, pakai kemeja
aja, lebih sopan". Jika alur logika ini yang kita
pakai itu artinya kita ke masjid atau shalat dengan
pakaian yang kurang sopan karena alur logika di atas
berkata kemeja lebih sopan daripada baju muslim, dan
itu artinya dosen kita lebih mulia dari Allah --ampuni
hamba ya Allah.
Dalam PERGAULAN LAWAN JENIS: "jika ketemu dengan lawan
jenis, bingung deh kalau ngomong enggak lihat atau
enggak jabat tangan, bukan apa-apa, takut orangnya
tersinggung". Kita bicara tentang takut orang lain
tersinggung, padahal bagi mereka ngomong enggak lihat
atau jabat tangan hanyalah kebiasaan dan bukan
prinsip. Sementara dalam Islam (yang saya pahami)
kedua hal tersebut adalah prinsip sehingga SEHARUSNYA
KITALAH YANG TERSINGGUNG JIKA KEDUA PRINSIP HIDUP KITA
TERSEBUT DILANGGAR ORANG.
Tentang NIKAH: "malu ah nikah karena belum kerja" atau
"mau taruh dimana muka bapak kalau menikahkan kamu
padahal kamu belum kerja, duit aja masih minta sama
orang tua". Padahal dalam Islam (juga menurut
pemahaman saya), MENIKAH ITU JAUH LEBIH DIRIDHAI, JAUH
LEBIH AMAN DARIPADA KEGIATAN-KEGIATAN YANG MENJURUS
KEPADA ZINA (anda tentu mengerti kegiatan apa itu).
Padahal menikahkan anak sebelum terjadi 'apa-apa' jauh
lebih aman daripada harus menanggung malu menikahkan
anak setelah terjadi 'apa-apa'.
Itu baru beberapa budaya dan pamahaman Islam yang
menjadi sangat menakutkan bagi sebagian kita. Itu
sebabnya saya katakan anda mungkin termasuk di dalam
gelombang besar orang-orang yang mencukupkan diri
dengan logika tiga simbol tadi, ISLAM=FANATIK.
Anda sudah bosan dengan tulisan ini. Bagus karena kita
hampir selesai. Saya hanya ingin menambahkan bahwa
kesimpulan tiga simbol itu bagi saya tidak cukup
rasional karena memang tidak terjelaskan secara
rasional.
Bukankah FANATIK ITU ARTINYA MENCINTAI SESUATU DENGAN
SANGAT. Itu artinya Slankers, Bala Dewa, Slemania dan
yang sejenisnya juga kaum fanatik. Sama dengan
penggemar Emha, Raihan atau Hadad Alwi.
Bukankah FANATIK DALAM ARTIAN NEGATIF ADALAH ORANG
YANG BERLEBIHAN MENCINTAI SESUATU DAN MENJELEKKAN YANG
LAIN, BERLEBIHAN MENCINTAI SESUATU DAN MEMAKSA ORANG
LAIN UNTUK MENCINTAI KECINTAANNYA ITU ? Itu artinya,
ORANG YANG MENCEMOOH MODEL PAKAIAN ATAU BACAAN ORANG
LAIN ADALAH KAUM FANATIK YANG SEBENARNYA.
Sudahlah, semoga berguna!
*IKATLAH ILMU DENGAN MENULISKANNYA*
Al-Hubb Fillah wa Lillah,
16 feb
=====
FERRY HADARY
IMURA Laboratory (West8 #401)
Department of Mechanical and Environmental Informatics
Graduate School of Information Science and Engineering
Tokyo Institute of Technology - Japan
Email: hadary@cyb.mei.titech.ac.jp