Setelah posting terakhir awal Januari 2006, baru sekarang aku "mood" ngisi jurnal di MP. Pada tanggal 7 Januari, aku dinyatakan positif hamil (lagi) sekitar 4 atau 5 minggu! Antara terkejut dan juga bahagia, karena sudah lama rencana punya anak yang ke-2. Setelah itu, selama 3 bulan full bahkan lebih aku mabok berattt ... mual-muntah dsb ... sehari bisa 2 s/d 3 kali "oek-oek" di kamar mandi. Masya Allah, yang kurasakan saat itu ... tidak mau hamil lagi! Putri pertamaku juga kena dampaknya, kasihan sekali dia, sering ku-usir supaya menjauh. "Sana, sama mBak aja ...," kataku. Tiap kali dia mendekat kutitipkan saja pada pembantuku. Anehnya dia mau mengerti dan tidak rewel. Tapiii ... setelah sembuh mabok-ku (sekitar kehamilan 4 bulan lebih) dia malah jadi manja, sering rewel, cari perhatian dan cari gara-gara, ditambah suka marah-marah, membangkang ("ngeyel") dan lain-lain tingkahnya yang menyebalkan ... Duuuhhh! Sungguh memancing emosiku ... Belum lagi dengan mabokku terhadap bau-bauan/wangi-wangian tertentu, termasuk juga baunya putri pertamaku itu ... aku sering "kebau-an" dengan rambutnya dan hawa mulutnya! Jadi mau-tidak mau untuk beberapa waktu yang agak lama aku "membenci" anakku ... Hehe, kasihan sekali ... (waktu mengandung dia, anak pertamaku, aku benci sama Bapaknya alias suamiku tercinta ... tragis juga ya?).
Saat ini, usia kandunganku sudah 7 bulan. Alhamdulillaah ... masa-masa mabok berat itu sudah lewat! Kalau diingat lagi, ketika hamil pertama justru lebih parah dibandingkan yang ke-2 ini yaitu bisa 7 - 8 kali muntah dalam sehari. Ternyata hamil itu lebih baik dijalani dengan ikhlas dan penuh kesabaran, demi janin di perut yang dianjurkan tidak terkena dampak stress dari sang Ibu. Pantesan, banyak yang bilang hamil plus melahirkan itu seperti "kapok sambel" bagi para Ibu, karena ketika yang dirasakan sungguh tidak nyaman dan menyiksa (saat mabok) serta kecemasan saat menanti kelahiran, juga rasa sakit (mules) yang luar biasa itu sudah berlalu ... maka muncul lagi keinginan untuk menambah jumlah anak. Memang seorang bayi mungil itu selalu dirindukan kehadirannya ... apalagi jika sang kakak sudah tambah besar, tambah pintar, tambah nakal ... banyak maunya ... wah, lebih baik dikasih adik supaya dia belajar mengurangi sifat egois & manjanya ... supaya dia bisa belajar untuk berbagi dengan saudaranya ...
Kini, perutku sudah membesar. Rasa jenuh kadang timbul, juga kangen pada si kecil yang akan lahir sekitar 2 bulan lagi ... Insya Allah, aku berharap proses persalinan anak ke-2ku nanti bisa lancar dan selamat, amiin! Kalau sudah lahir rasanya lega ... punya 2 anak mungkin sudah pas sekali (apalagi kalau sepasang). Namun si "adek" sepertinya misterius karena tiap kali di-USG, jenis kelaminnya tidak pernah ketahuan. Penasaran, jadinya!
Masih ada lagi yang cukup mengganjal di hatiku ini, aku terngiang-ngiang dengan jawaban suamiku ketika di awal pernikahan kutanya soal jumlah anak yang dia inginkan ... yaitu, "Yaahh ... minimal 4 ... kali ya?" katanya dengan enteng! Oh ... No ... jadi, aku harus ... hamil lagi ... mabok lagi ... melahirkan lagiiiii? Hikksss ... Wallahu Alaam dech ... Aku pasrah Ya Allah ...
Depok, 27 Juni 2006.