RaTuNe oMaH sing oRa nGanTor

Blog EntryDari Laci ke Laci (by imul)Dec 29, '05 9:40 AM
for everyone

Di penghujung tahun 2005 ...

Banyak yang terjadi ... sejak jurnal terakhir yang kuposting di MP  ini, namun rasanya enggan menuliskannya. Hari demi hari yang kulalui lebih banyak di rumah, mengurus anak dan melakukan pekerjaan rumah yang tiada habisnya. Bersih-bersih, memungut-melipat-menata tanpa henti agar rumah tidak kelihatan seperti kapal pecah, mencuci-menjemur-menyetrika pakaian, menyapu-mengepel lantai, mencuci piring-memasak, menyiram tanaman, dan lain sebagainya (belum termasuk memandikan, membuat susu & makanan, menyuapi & mengeloni, mendongengi serta mengajak main & belajar anak). Untuk suami? Yah, ini yang paling penting harus diutamakan. Namun akibat idealisme seorang istri yang berlebihan dalam mengurus rumah tangga, teori tinggal teori ... Suami kadang malah lebih banyak mengalah & bersabar melihat istrinya yang sudah letih dalam sehari mengurus semuanya -- Ini akibat tidak punya pembantu!

Sejak usai Lebaran kemarin, saya memutuskan untuk tidak menggunakan jasa pembantu rumah tangga (bahasa Arabnya Khodimat, kali ya?) ... Yang terakhir bekerja sudah saya suruh untuk tidak kembali lagi karena kurang cocok & suamiku juga setuju untuk tidak mempekerjakannya lagi . Ya akhirnya "klenger" juga mengerjakan semuanya yang kebanyakan harus "manual" (tetap harus menjemur meski mencuci dengan mesin cuci, cuci piring pakai tangan karena di Indonesia belum biasa pakai mesin pencuci piring, membersihkan lantai repot 2X yaitu menyapu dulu lalu dipel bukan cuma pakai vacuum cleaner, lalu ... menyetrika ... ini dia yang paling malas!). Oh rasanya bukan main bikin badan pegal-pegal di hari-hari pertama. Belum lagi harus berkutat dengan bermacam-macam laci, dari laci yang paling kecil sampai yang paling besar di dalam rumah. Semua harus berada pada tempatnya yang sesuai.

Sejak awal menikah saya memang susah soal pembantu, ada saja alasan hingga mereka sering saya berhentikan meski baru beberapa bulan kerja. Setelah berkali-kali ganti pembantu, akhirnya belakangan saya pikir lebih baik mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga sendiri saja ... toh ada banyak teman-teman MP yang tinggal di negeri orang juga tanpa ada yang membantu karena gajinya tinggi sekali. Namun bedanya, kalau pekerjaan rumah tangga di luar negeri kebanyakan dilakukan dengan menggunakan peralatan elektronik yang macam-macam fungsinya dan di samping itu juga pasti sang suami rajin ikut bekerja sama melakukan kegiatan dalam rangka bersih-bersih rumah dan sebagainya (barangkali lho ...). Nah ... kebetulan, suami saya ini termasuk yang tidak ikut turun tangan masalah pekerjaan rumah tangga. So ... gimana gak "klenger" saya?

Akhirnya, sejak tgl 8 Desember yang lalu ... saya menyerah! Ada seorang "mPok" yang bersedia membantu saya setengah hari, dari jam 7 pagi s/d 12 siang. Yah lumayanlah karena mencuci-menjemur-menyetrika pakaian beliau yang mengerjakan, juga menyapu-mengepel lantai, mencuci piring juga sekali-sekali. Paling tidak bebanku berkurang cukup banyak. Anak jadi lebih banyak diberi perhatian, apalagi saat ini putri kecilku yang berusia 2 tahun 2 bulan sedang aktif-aktifnya berlari, melompat ke sana ke mari ... apa saja dipegang, bahkan yang letaknya tinggi bisa diambil dengan cara memanjat kursi makan yang digesernya terlebih dulu! Ampun capek sekali memantaunya ... Kadang kecelakaan yang mengintai anak di dalam rumah pun membuat saya was-was. Beberapa waktu yang lalu anak saya tersemprot parfum mata kirinya hingga menangis "kejer" sekali, itu terjadi ketika saya sedang menerima telepon dari eyangnya. Padahal botol parfum sudah diletakkan di tempat yang tinggi tapi dia bisa memanjat.

Sekitar setahun yang lalu, anak saya juga mengalami kecelakaan "kecil" yang berdampak sampai sekarang yaitu gigi depan kanannya "somplak" karena jatuh tertelungkup di teras rumah. Untung masih gigi susu, jadi meski masih lama tanggal dan diganti dengan gigi permanen tapi masih ada harapan agar giginya jadi bagus lagi. Wah, pokoknya belakangan ini saya jadi paranoid dengan kecelakaan di dalam rumah. Apalagi belum lama juga suami cerita kalau ada anak temannya yang tersiram minyak goreng panas oleh sang Ibu. Dulu juga sepupu saya pernah kemasukan biji jagung di telinganya, ada keponakan yang menelan uang, "burungnya" terjepit di pagar dan lain-lain sebagainya (masih banyak lagi cerita ... ada yang mau nambahin? Sharing boleh dong!).

Kini menyimpan benda-benda kecil seperti peniti, jarum, klip, paku dll benar-benar harus teliti. Harus kita cermati di LACI mana benda-benda itu harus kita simpan, dan bagaimana me-"minimize" kemungkinan anak kita dapat meraihnya. LACI demi LACI, begitu penting bagi saya saat ini. Padahal dulu sebelum saya menikah, hal ini tak terlalu penting ... yah mungkin karena belum merasakan punya anak sendiri (meski keponakan banyak, tapi yang paling tanggung jawab kan Ibu mereka sendiri?). 

Sudah tentu,  yang bisa kita lakukan hanyalah pasrah, berserah diri pada Allah & berdo'a agar hal-hal yang tidak diinginkan menimpa anak-anak kita dan seluruh anggota keluarga di dalam rumah. Saat ini, yang saya pikirkan adalah bagaimana caranya agar saya mendapat seorang Khodimat lagi yang dapat menjadi teman selain membantu mengerjakan pekerjaan rumah tangga, karena seorang diri mengurus anak dan sebagainya sangat tidak mudah. Salut sekali buat teman-teman MP yang berada di mancanegara ... begitu tegar dan sabar menjalani hari-hari yang penuh dengan kesibukan menata benda dan juga "makhluk hidup terindah" yang kita miliki yaitu anak-anak dan suami kita.

Mumpung saya tidak tinggal di luar negeri, dan budaya di Indonesia masih kental dengan adanya Pembantu Rumah Tangga ... Insya Allah saya akan mengajak tinggal bersama lagi seorang Khodimat (PRT itu) lagi alias yang menginap di rumah. Kalau si "mPok" yang pulang setengah hari itu masih mau bekerja untuk saya ya Alhamdulillah ... tapi gawatnya saya harus memberi gaji ekstra (lebih besar dari biasanya ketika hanya dgn seorang PRT), dan ... saya ... kerjaannya apa dong di rumah? Yah ... lebih baik dipikirkan nanti ...  Semoga lebih banyak manfaatnya dibandingkan mudharatnya, amiiin! Selamat Tahun Baru 2006 buat semua teman MP!

 


annidalucu wrote on Dec 29, '05
yup betul, pekerjaan ibu RT itu gak habis2 ya? 24 jam sehari 7 hari seminggu rasanya kuranggg terus, apalagi kalau anaknya banyak.
semoga Allah memudahkan kita dalam melaksanakan amanah-amanah kita ya Teh:)
tentangkami wrote on Dec 29, '05
Met tahun baroe juga mbak. saya selalu salut dengan ibu2 yang mnegurus segala macam tetek bengek yang berkaitan dengan masalah rumah tangga, apa itu masalah dapur, mengurus suami dan anak tanpa PRT, kalau dipikir2 saya kok belum melakukan itu semua ya hiks. waktu saya selalu habis untuk pekerjaan, dan untungnya (gak tahu nih benernya gimana hiks!!) suami dan anak saya gak rewel. untuk urusan makan kami lebih sering makan diluar rumah, bisa beli atau ikut makan di rumah ibu, kalau lagi ga capek dan males, biasanya kami masak hari sabtu/minggu. untuk urusan mencuci dan setrika, yang besar2 saya nebeng minta dicuciin pembatu dirumah kakak saya yg kebetulan punya mesin cuci, nanti tiap bukan tinggal ngasih persenan berapa gitu. ya begitulah, hidup kami masih belum teratur hiks rasanya tidak baik buat teladan hahaha. sun sayang buat si kecil ya...mwaahh
robida wrote on Jan 3, '06
yup betul, pekerjaan ibu RT itu gak habis2 ya? 24 jam sehari 7 hari seminggu rasanya kuranggg terus, apalagi kalau anaknya banyak.
semoga Allah memudahkan kita dalam melaksanakan amanah-amanah kita ya Teh:)
Amiin ... ya, semoga kita para Ibu Rumah Tangga selalu diberi kekuatan & kesabaran :)
robida wrote on Jan 3, '06
Met tahun baroe juga mbak. saya selalu salut dengan ibu2 yang mnegurus segala macam tetek bengek yang berkaitan dengan masalah rumah tangga, apa itu masalah dapur, mengurus suami dan anak tanpa PRT, kalau dipikir2 saya kok belum melakukan itu semua ya hiks. waktu saya selalu habis untuk pekerjaan, dan untungnya (gak tahu nih benernya gimana hiks!!) suami dan anak saya gak rewel. untuk urusan makan kami lebih sering makan diluar rumah, bisa beli atau ikut makan di rumah ibu, kalau lagi ga capek dan males, biasanya kami masak hari sabtu/minggu. untuk urusan mencuci dan setrika, yang besar2 saya nebeng minta dicuciin pembatu dirumah kakak saya yg kebetulan punya mesin cuci, nanti tiap bukan tinggal ngasih persenan berapa gitu. ya begitulah, hidup kami masih belum teratur hiks rasanya tidak baik buat teladan hahaha. sun sayang buat si kecil ya...mwaahh
Hmm ... kita selalu dihadapkan pada pilihan-pilihan dalam hidup ini. Saya yang Ibu Rumah Tangga kadang pingin kerja, Ibu Bekerja malah ada juga yang pingin di rumah ... semua sudah diatur sama Allah SWT, ya kita syukuri dan jalani sesuai kesanggupan kita. Jangan merasa gak bisa jadi teladan dong ... banyak lho yang pingin kerja kantoran tapi gak bisa? Makasih ya sun sayang buat "putri kecilku" ... Salam manis!
ibra02 wrote on Jan 3, '06
Wah baca ini jadi merasa tersindir nih... soalnya aku kerjanya ngeluuhhh mulu walau cuman dlm hati, suka ngiri ngebayangin ibu2 di Indo pd umumnya dan adikku pd khususnya... enak bener... mo kerja mo enggak, biasanya ada yg bantuin kerja domestik, trus kalo mo ada perlu, ada keluarga besar *kakek/nenek, tante, om dll* yg bisa diminta ngawasin anak sementara **free from the kids for a while**... sementara di sini... semuanya dikerjain sendiri... tapi ternyata nggak sesederhana itu ya, misalnya spt Ida blg, punya PRT yg cocok tak semudah menjentikkan tangan... dannn.... adduhhh... salut deh dgn kerajinan mu... semoga Allah mencatatnya sbg amal shaleh dr seorang istri dan ibu yg shalihah utk keluarganya.... kalo aku jadi kamu... tuh rumah udah kayak kapal pecah kali.... ^_^ Lam chayang juga buat Idel...
ardhanamesvari wrote on Jan 3, '06
ibra02 said
enak bener... mo kerja mo enggak, biasanya ada yg bantuin kerja domestik, trus kalo mo ada perlu, ada keluarga besar *kakek/nenek, tante, om dll* yg bisa diminta ngawasin anak sementara **free from the kids for a while**.
wah, gantian aku yang merasa tersindir nih :p
robida wrote on Jan 4, '06, edited on Jan 4, '06
ibra02 said
Wah baca ini jadi merasa tersindir nih... soalnya aku kerjanya ngeluuhhh mulu walau cuman dlm hati, suka ngiri ngebayangin ibu2 di Indo pd umumnya dan adikku pd khususnya... enak bener... mo kerja mo enggak, biasanya ada yg bantuin kerja domestik, trus kalo mo ada perlu, ada keluarga besar *kakek/nenek, tante, om dll* yg bisa diminta ngawasin anak sementara **free from the kids for a while**... sementara di sini... semuanya dikerjain sendiri... tapi ternyata nggak sesederhana itu ya, misalnya spt Ida blg, punya PRT yg cocok tak semudah menjentikkan tangan... dannn.... adduhhh... salut deh dgn kerajinan mu... semoga Allah mencatatnya sbg amal shaleh dr seorang istri dan ibu yg shalihah utk keluarganya.... kalo aku jadi kamu... tuh rumah udah kayak kapal pecah kali.... ^_^ Lam chayang juga buat Idel...
Hehehe ... Teh Enung menganggapku rajin? Oh No! Itu karena kepepet lagi, dan kadang temporary juga rumah memang biasa jadi "kapal pecah" tapi di saat yang tepat dan lagi sempat buru-buru diberesin. Anakku kan sering ngelarang Ibunya untuk m'beresin atau nyimpen mainannya sebelum dia selesai ... Oh ya, tulisan ini terinspirasi dari obrolan kita via e-mail atau telepon terakhir Teh Enung itu lho! Makasih salamnya buat idel ... Makasih juga do'anya, amiin semoga aku bisa jadi yang Teh Nung sebutin itu. Oh ya, Sofie udah 2 tahun ya tgl 29 Desember kemarin? Selamat yaaa ...
robida wrote on Jan 4, '06
wah, gantian aku yang merasa tersindir nih :p
Tersindir sah-sah saja ... hehe, Bersyukurlah Vari berada di tangan yang aman ... masih bisa diawasi Eyangnya atau keluarga besar lainnya. Belum lama ini kakak perempuanku yang kerja kantoran cerita kalau 2 orang anak temannya (4 & 9 thn) dikunci di dalam rumah sementara si mBaknya (PRT) kabur & kuncinya dilempar lewat kusen pintu. Astaghfirullaah ... Oh ya Mama Vari, saya sekeluarga mau Idul Adha di Klaten/Jogja lho ... minta no telp-nya dong (via japri)?
sylpriyadi wrote on Jan 18, '06
Aku belum baca semua...., baru judulnya dulu ajah.....
semoga sehat dan baik-baik selalu.....
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help