RaTuNe oMaH sing oRa nGanTor

Blog Entry2 Pilihan : Di Rumah atau BekerjaOct 21, '05 10:30 AM
for everyone
 
 
(Pilihan 1) BILA ANDA DI RUMAH SAJA …

Berada di rumah saja tidak identik dengan jenuh dan tertinggal. Mengembangkan potensi diri adalah sebuah keniscayaan.

Bagi Arni (32 thn), waktu bukan terdiri dari menit demi menit, atau jam demi jam. Tetapi pekerjaan demi pekerjaan yang sambung-menyambung dalam 24 jam. Kesibukannya mengasuh tiga balita plus pekerjaan rumah tangga membuatnya kehabisan tenaga. Jangankan untuk mengembangkan diri, istirahat saja kadang ia tidak sempat. Akibatnya, ia sering merasa tertekan, letih dan jenuh dengan rutinitasnya di rumah.

Apabila anda merasa seperti Arni, hal-hal berikut mungkin dapat membantu anda:

1. Pilihan Sadar

Wanita,seperti juga pria adalah manusia yang memiliki hak untuk memilih. Tentu sepanjang pilihan tersebut dapat dipertanggungjawabkan di hadapan Allah swt. Di rumah saja –apapun alasannya- juga merupakan suatu pilihan. Sebenarnya, anda toh bisa saja memilih untuk berkarir di luar rumah. Dalam memilih, penting bagi kita untuk menyadari filosofi memilih, yaitu memperoleh satu hal sekaligus kehilangan hal lain. Karenanya, ketika berada di rumah menjadi pilihan, anda harus berhenti berandai-andai atau terus-menerus menyesalinya. Kecuali jika anda memang berniat mengubah pilihan anda.

2. Sadari Konsekuensi

Saat memilih, seharusnya anda juga menyadari konsekuensi yang mungkin timbul dari pilihan anda, sekaligus siap menanggungnya. Rasa jenuh, keterbatasan untuk mengembangkan potensi dan sebagainya,misalnya adalah satu kemungkinan yang harus anda hadapi. Menyadari konsekuensi membuat anda lebih siap menjalaninya. Pelajari juga apa keunggulan pilihan anda. Misalnya, betapapun jenuhnya, anda akan memiliki banyak waktu untuk mendidik anak dan menjalin hubungan dengan tetangga.

3. Siapkan Strategi

Dengan mempelajari plus minus pilihan anda, rumuskan strategi anda. Apa yang akan anda lakukan untuk mengatasi kejenuhan; apa yang bisa anda lakukan untuk mengembangkan diri, kaitkan strategi anda dengan tujuan anda memilih. Kalau anda memilih berada di rumah demi pendidikan anak, maka lakukan langkah-langkah nyata untuk mencapainya. Meluangkan waktu lebih banyak untuk anak ketimbang berkutat dengan pekerjaan rumah misalnya, atau rajin-rajin membaca artikel psikologi anak dan seterusnya. Dengan demikian keberadaan anda di rumah benar-benar bermanfaat.

4. Sediakan Waktu Untuk Menyegarkan Ruhiah dan Emosi Anda

Rutinitas yang berlangsung terus-menerus dapat membuat anda letih dan suntuk. Sediakan sedikit waktu untuk melakukan hal-hal yang bisa membuat anda ‘segar’ kembali. Sholat malam,membaca alqur’an, merenungi satu atau dua ayat al qur’an, berdzikir, berinfak dan sebagainya dapat memberi pasokan energi bagi ruhiyah anda. Anda dapat melakukannya sendirian, bersama suami atau bersama anak-anak.

Tidak ada ruginya pula menyegarkan emosi anda dengan melakukan kegiatan yang dapat membuat anda merasa senang.. Berkebun atau membaca buku-buku ringan dapat membuat anda kembali fresh. Begitu juga berkunjung ke rumah salah seorang sahabat. Dalam keadaan fresh, anda akan lebih siap menjalankan misi anda di rumah.

5. Berdayakan Diri Anda

Apa yang anda rasakan setelah bertahun-tahun berada di rumah? Apakah pengetahuan anda bertambah? Apakah anda menjadi lebih trampil? Apakah anda memiliki wawasan yang semakin luas? Atau sebaliknya?

Berdayakan diri anda! Berada di rumah tidak harus membuat diri anda ‘kuper’ dan tidak berkembang. Carilah pengetahuan lewat berbagai media yang ada. Bacalah tulisan-tulisan yang dapat mencerahkan anda. Lengkapi pengetahuan anda dengan hal-hal yang bermanfaat untuk berkiprah lebih optimal di rumah. Sempatkan untukmembaca dengan rutin, meskipun hanya setengah jam sehari.

Apabila memungkinkan, pelajari satu ketrampilan yang dapat mendatangkan penghasilan bagi anda. Lakukan apapun untuk membuat diri anda lebih berdaya.

6. Berperan Bagi Lingkungan

Berada di rumah saja memberi anda peluang untuk lebih banyak berinteraksi dengan lingkungan. Terbuka peluang bagi anda untuk melakukan berbagai kebaikan untuk orang-orang yang berada di sekitar rumah anda. Berikanlah apa yang dapat anda berikan! Ilmu, keramahan, tenaga, perhatian dan sebagainya. Dan rasakanlah betapa nikmatnya menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain.

7. Lapang Dada Dengan Pilihan Orang Lain

Betapapun banyaknya kebaikan yang mungkin anda rasakan dari pilihan anda, tetap hargai wanita yang berbeda dengan anda. Karena seperti anda, wanita yang memilih untuk bekerja orang juga mempunyai hak untuk memilih. Biarkan orang lain menjalani pilihannya.

8. Lakukan Evaluasi

Sediakan waktu untuk berhenti dari kesibukan anda. Mungkin beberapa menit saat anak-anak tertidur atau pergi sekolah. Evaluasi kembali keberadaan anda di rumah. Seberapa jauh tujuan anda telah tercapai? Apa kendala yang anda hadapi? Apa yang harus dilakukan? Dan seterusnya. Hal ini perlu dilakukan agar anda tidak kehilangan arah. (inayati)

 

(Pilihan 2) Bila Anda Memilih Bekerja…

Seperti juga berada di rumah, bekerja semestinya adalah pilihan sadar.

  1. Tetapkan Pilihan dan Sadari Konsekuensi

    Memilih untuk bekerja adalah pilihan yang mengandung konsekuensi. Anda mempunyai beban yang lebih berat ketimbang berada di rumah saja. Tugas di tempat kerja dan kewajiban di rumah akan membebani anda secara hampir bersamaan. Akibatnya, anda merasa letih dan kadang-kadang merasa tertekan. Anda mungkin akan dihadapkan pada pilihan antara kewajiban di rumah dengan tugas di tempat kerja.

    Anda harus siap dengan konsekuensi ini. Berhentilah mengasihani diri sendiri karena bekerja adalah pilihan sadar anda!

  2. Tetapkan Skala Prioritas

Apa prioritas anda? Karir atau rumah tangga? Anda mungkin bisa dengan gagah-gagahan menjawab, dua-duanya. Tetapi secara jujur, tidak mungkin keduanya bisa anda raih secara maksimal pada saat bersamaan. Selalu ada yang terpaksa menjadi nomer dua.

Prioritas ini akan sangat membantu anda. Anda menjadi tidak bingung ketika dihadapkan pada pilihan-pilihan. Apa yang masih mungkin anda lakukan dengan prioritas tersebut? Misalnya, apa yang masih mungkin anda lakukan tanpa mengabaikan pendidikan anak? Mana yang harus dipilih, sekolah di perguruan tinggi terkenal di luar negeri dengan meninggalkan keluarga atau kuliah di negeri sendiri –walaupun mungkin kualitasnya relatif tidak terlalu bagus- tetapi tetap bisa mendampingi keluarga.

Skala prioritas ini juga membantu anda menetapkan apa yang harus anda lakukan. Dengan keterbatasan waktu dan tenaga, tidak mungkin segala sesuatunya bisa anda lakukan. Kalau prioritas anda adalah pendidikan anak,maka mendampingi anak-anak mengerjakan PR atau bercerita dengan mereka menjadi lebih penting ketimbang membongkar lemari untuk menyingkirkan baju-baju yang tidak terpakai.

3.Sediakan Waktu Untuk Melakukan Evaluasi

Sediakan waktu untuk mengevaluasi hal-hal yang sudah anda lakukan selama ini. Dengan kesibukan anda, adakah hak-hak yang tidak terpenuhi? Apakah hak anak terpenuhi, apakah hak suami terpenuhi? Apakah hak diri sendiri juga terpenuhi? Kalau tidak, lakukan sesuatu untuk memperbaikinya. Atur kembali jadwal anda sehingga tersisa waktu untuk memenuhi hak-hak tersebut.

Jangan terbuai dengan kata-kata, yang penting kualitas, bukan kuantitas interaksi. Karena tidak mungkin ada interaksi yang berkualitas kalau tidak ada waktu yang bisa anda sediakan.

4.Kontribusi Untuk Lingkungan

Kesempatan yang terbatas tidak lantas membuat anda mesti terasing dari lingkungan. Cobalah berinteraksi dengan lingkungan di sela-sela waktu anda. Minimal, tetangga tidak merasa asing dengan sosok anda. Tidak diperlukan waktu lama untuk sekedar tersenyum dan bertegur sapa dengan tetangga. Bagaimanapun, mereka memiliki hak atas kita.

5. Lapang Dada

Hargai pilihan orang lain yang ingin tetap berada di rumah. Karena seperti anda, orang lain juga berhak memilih. (inayati)


Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help